Lama menatap
layar laptop, memelototi sebuah pengumuman. Untuk pertama kalinya aku menertawai umurku.
Sebuah lembaga
pemerintahan membuka pendaftaran untuk suatu lomba. Entah kenapa aku sangat
tertarik. Padahal dalam persoalan begini biasanya paling malas. Lebih dari 30
tahun lalu ketika masih di Sekolah Dasar aku dipersiapkan oleh guru olahragaku
untuk mengikuti perlombaan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) tingkat Kabupaten. Aku
dan teman-teman berlatih tiap hari, kostum pun sudah disiapkan meski dengan utang.
Pertandingannya
akan dilaksanakan di ibu kota kabupaten. Bagi anak-anak kampung seperti kami,
mendengar nama ibu kota kabupaten disebut, kami berlompatan nyaris lupa diri,
saking bahagianya. Ibu kota kabupaten wilayah terlalu elit bagi kami. Sekarang
kami akan berkunjung, bukan berkunjung biasa. Bertanding, sodara-sodara.
Namun yang
terjadi kemudian, lomba itu dibatalkan dengan alasan yang aku tidak mengerti. Aku
kecewa, kecewa berat. Sejak saat itu, aku malas ikut lomba.
Tetapi lomba
kali ini lain. Sangat menarik. Aku membaca pengumuman yang dikirimkan teman
lewat whatsapp. Ku klik link yang ditunjuk untuk melihat persyaratan.
Alhamdulillah semua persyaratan bisa saya penuhi KECUALI satu, umur maksimal 45
tahun.
Aku tersentak,
menyadari bahwa umurku sudah lewat 45 tahun. Memasang kuda-kuda start di
gerbang ketuaan. Perlahan menuruni bukit keperkasaan menuju lembah sunyi. Menyiapkan
tempat peristirahatan dari kebisingan dunia. Dan karena itu kegiatan ini
dianggap tidak cocok lagi untukku dan entah berapa banyak orang yang seumuran
denganku. Mungkin pantasnya menjadi pertapa di gua-gua gelap, di tengah hutan. Jauh
dari kebisingan.
Saya teringat
cerita tentang pendiri KFC (Kentucky
Fried Chicken), Harland "Colonel" Sanders yang mulai aktif
mewaralabakan bisnis ayamnya pada usia 65 tahun. Dalam usianya yang terbilang
senja itu dia berkeliling menawarkan resep masakan ayamnya ke
restoran-restoran. Luar biasanya, terdapat 1000 restoran menolak resepnya.
Tetapi dia tidak putus asa, terus berkeliling menawarkan resepnya. Hingga
sampai pada restoran ke 1008. Restoran ini bersedia membeli resepnya dan
selanjutnya mengembangkan waralaba yang diberi nama KFC. Saat ini cabang-cabang
KFC tumbuh menggurita di berbagai negara.
Pernah mendengar
nama Yuichiro Miura? Dia adalah pemegang Guinness Record sebagai pendaki tertua di dunia. Kakek asal Jepang
ini pada tahun 2003 saat usianya mencapai 74 tahun berhasil mendaki puncak
gunung Everest. Tahun 2013 ketika
usianya menginjak 80 tahun Miura kembali mencatatkan namanya sebagai orang
tertua yang menaklukkan puncak tertinggi dunia itu.
Bagi penggila
mie instan jangan lupakan Momofuku Ando. Pria asal Jepang ini adalah penemu mie
instan. Ando menemukan mie instan pada tahun 1958 di saat usianya tidak muda
lagi, yakni 48 tahun.
Ternyata usia
tua tidak identik dengan kelemahan dan ketidakberdayaan. Pintu prestasi belum
tertutup selama semangat masih membara.
***
Tidak masalah.
Ini otoritas panitia. Saya bersangka baik saja. Walaupun pikiran picikku
memprovokasi. Panitia pasti tidak ingin repot jika di tengah penyelenggaraan
kegiatan ini banyak peserta yang bertumbangan karena kondisi tubuh yang tidak
lagi bugar. Atau peserta yang uring-uringan karena nyaris kehabisan nafas. Atau
peserta yang merengek-rengek ingin dipulangkan karena rindu sama cucunya. Atau
peserta yang tiap malam merepotkan peserta lain minta dikerok karena masuk
angin. Atau peserta yang protes minta makan, dia lupa bahwa baru semenit yang
lalu dia menghabiskan dua mangkuk sup ayam. Atau...atau..ahh terlalu banyak
atau.
Namun jika
deretan "atau" itu adalah kekhawatiran panitia. Bukankah
masalah-masalah semacam ini milik semua umur? Kecapean, sakit, lemah fisik dan
halangan-halangan semakna lainnya, tidak hanya milik mereka yang berumur 45
tahun ke atas. Bisa dialami oleh siapa saja. Muda ataupun tua, malahan
anak-anakpun bisa mengalaminya.
Jangan-jangan setelah tidak puas berdebat tentang
diskriminasi ras, agama, suku dan antar golongan. Kini kita sedang membuka
front perdebatan baru, diskriminasi umur. Wahh, kok jadi seram begini ya? Untungnya pendaftaran haji dan umrah tidak
mengenal batasan umur maksimal. Padahal haji dan umrah adalah ibadah yang
mengandalkan fisik.
Baiklah, sekali lagi kita bersangka
baik. Saya kira pertimbangan utama panitia membatasi usia lebih pada masalah
regenerasi/kaderisasi yang harus jalan. Beri kesempatan kepada yang lebih muda
untuk berkarya. Bukankah yang "tua" juga sudah lama diberi
kesempatan? Karena sebelum mereka tua, mereka juga pernah muda, hehe! (Maaf).
Baiklah, yang tua harus mengalah. Negeri kita butuh
regenerasi. Sejarah mengajari kita, bahwa salah satu sebab kemunduran Kerajaan
Majapahit yang perkasa itu, karena kepemimpinan yang lemah sepeninggal Prabu
Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Majapahit lemah dalam hal kaderisasi
kepemimpinan.
Kita tidak perlu mengulangi sisi lemah para pendahulu
kita. Ayo anak muda, silahkan melangkah jangan pernah ragu. Persembahkan
karya-karya terbaikmu untuk negerimu.


0 komentar:
Posting Komentar