Channel YouTube

Senin, 31 Januari 2022

KOLABORASI



Kolaboratif. Sekali lagi, Pendidikan adalah kerja tim. Kerja dalam sistem, saling terhubung satu dengan yang lain. Pendidikan akan menjadi baik, jika semua pihak yang terlibat di dalamnya berjalan beriringan. Padu dalam gerak, menatap mimpi yang sama.
Dan itu butuh pengorbanan, termasuk mengorbankan ego. Kepentingan pribadi dan atau kelompok.
Semangat kolabiratif itulah yang mendasari PBG Gowa rela bergerilya mendatangi simpul-simpul pemegang otoritas. Rela menukik ke bawah ke garis paling dasar. Memulainya dari garis start.





Teknologi telah membuat gap yang menganga lebar di kalangan guru. Sebagian mampu beradaptasi dengan kencangnya arus perubahan. Sebagian yang lain malah tergagap di tengah bisingnya peradaban. Kesulitan beradaptasi.
Mereka membutuhkan teman berjalan. Penuntun, dan sekaligus penyemangat. Ketertinggalan harus dikejar, dengan optimisme dan kesabaran. Insya Allah bisa.
PBG Gowa hadir untuk itu. Dengan segala keterbatasannya, tentu. Siap menjadi teman di perjalanan, bergandengan tangan, merangkul untuk sampai di titik akhir.
Guru adalah gambaran masa depan anak-anak kita. Juga berarti masa depan bangsa besar ini. Maka perubahan harus segera dilakukan. Tidak menunggu lama, segera.

Ketertinggalan adalah musuh bersama. Harus dihadapi dengan kebersamaan pula. Saling tuding, saling menyalahkan hanya akan melemahkan. Dan itu berarti memberi peluang kepada musuh untuk bergerak dan menguasai. Mari berjiwa besar untuk kepentingan yang lebih besar. 

Senin, 17 Januari 2022

DUNIA YANG BERLARI



Kolaborasi lengkap; PBG Gowa, Korwil bid. pendidikan, KKKS, PGRI, dan KKG se Kecamatan Parangloe. Selama dua hari 15 dan 16 Januari 2022 peserta yang terdiri atas pengawas, kepala sekolah, dan guru TK-SD mengikuti workshop penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Workshop yang di tempatkan di Ruang PKG kecamatan Parangloe ini bertema “Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan dengan Perangkat Digital.”

Ini adalah kegiatan pertama dari rencana PBG Gowa untuk menjangkau seluruh kecamatan. Sebagai tindak lanjut dari himbauan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa untuk menggalakkan pelatihan TIK bagi para guru.
Mengapa ini penting? Penguasaan TIK oleh guru, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sudah menjadi kebutuhan dasar. Kita berada di era digital dengan perkembangan yang begitu cepat. Dunia sedang berlari. Cepat sekali. Sulit diprediksi.
Temuan-temuan baru terus bermunculan. Bukan silih berganti, tetapi kadang hadir bersamaan mengisi ruang-ruang zaman. Menggusur temuan lama yang perlahan menjadi usang. Tidak relevan lagi, dan ditinggalkan.
Tantangannya sangat serius. Guru harus menyesuaikan diri dengan jiwa zaman. Jika tidak, akan tertinggal. Kita tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara konvensional untuk menghadapi era yang dinamis ini.
Beberapa puluh tahun lalu, guru masih bisa bangga mengajar dengan kapur dan papan tulis. Dengan penggaris panjang dan penghapus usang. Zaman masih memakluminya. Tetapi tidak untuk saat ini. Di saat anak-anak kita sudah asyik bermain dengan perangkat digitalnya. Melanglang dunia maya. Menembus ruang yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Gaya konvensional terlalu beresiko untuk dipertahankan.

Selama dua hari workshop, saya merasakan atmosfer yang menyejukkan. Peserta sangat antusias, bersemangat mengikuti setiap sesi pelatihan. Untuk mengubah suatu keadaan memang membutuhkan pioneer, penggagas (agent of change). Setiap gagasan butuh Tindakan. Segera!
Terima kasih Korwil Bid. Pendidikan Kec. Parangloe
KKKS Parangloe
PGRI Cabang parangloe
KKG se Kecamatan Parangloe
Dan seluruh teman-teman guru peserta pelatihan.

Kamis, 13 Januari 2022

BUKAN RPP BARU




Kamis, 13 Januari 2022, PBG Gowa melaksanakan workshop Perencanaan Pembelajaran, dengan tema "Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Perencanaan Pembelajaran." Workshop ini bersifat internal untuk guru inti PBG Gowa. Tujuannya adalah meng-upgrade kompetensi para guru inti untuk memberikan layanan yang terbaik kepada rekan-rekan guru khususnya di Kabupaten Gowa.

PBG Gowa sangat berterima atas kehadiran Koordinator pengawas sekolah dinas pendidikan Kabupaten Gowa, Drs.H. Syahruddin, M.Si., sekaligus sebagai pemateri pada workshop ini. Ucapan terima kasih juga kepada Kepala SMPN 1 Pallangga Ibu Hj. Hasniah, S.Pd.,M.Pd., yang memfasilitasi tempat pelaksanaan. Alhamdulillah, secara pribadi saya sangat berbahagia, atas kehadiran teman-teman guru inti dan keaktifan mereka mengikuti workshop. Terkhusus teman-teman dari dataran tinggi. Perjuangannya untuk hadir sangat perlu diteladani.


Mengapa harus literasi dan numerasi? Ini adalah jawaban atas kegelisahan yang sudah cukup lama. Survei PISA memperlihatkan hasil yang sangat memprihatikan, siswa kita masih memiliki kompetensi rendah di bidang ini. Membaca, matematika dan juga sains. Survei terakhir tahun 2020, 70% siswa berada di bawah kompetensi minimum pada bidang membaca, 71% bidang matematika, dan 60% bidang sains.


Kita tahu, kemajuan suatu bangsa sangat tergantung dari tingkat literasi warganya. Kemampuan dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksi berbagai jenis teks. Dan menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini sangat penting untuk dapat memberikan kontribusi secara produktif kepada masyarakat baik lokal maupun masyarakat dunia.


Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan tentang standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar fokus pada tiga hal yakni; penanaman karakter, kompetensi literasi dan numerasi (pasal 6 ayat 1).


Tuntutan kecakapan di abad XXI juga meniscayakan kemampuan literasi. Hanya orang-orang literatlah yang akan memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk memecahkan masalah, memiliki kecakapan berkomunikasi, kreatif dan inovatif, serta mampu berkolaborasi dalam menghadapi persaingan global.


Dengan demikian satuan pendidikan dan khususnya guru memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan kompetensi tersebut. Dan ini harus dimulai di ruang-ruang kelas. Guru harus menghadirkan pembelajaran yang melejitkan kompetensi literasi itu. Demikian pula dengan penilaian.


Untuk memenuhi harapan tersebut, tidak bisa tidak. Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang juga literat, melaksanakan pembelajaran dengan nuansa literasi, pun dengan penilaiannya.


Apakah ada RPP baru? tidak ada. Model RPP tetap sama seperti SE kemendikbud nomor 14 tahun 2019. Hanya saja muatan literasi dan numerasi lebih dipertajam. Ini perlu juga diperjelas untuk mengurangi kegelisahan di antara teman-teman guru, yang terlanjur memahami munculnya (LAGI) RPP model baru sehubungan dengan penguatan literasi-numerasi dalam pembelajaran.


Semoga workhsop ini menjadi ruang pencerah bagi rekan-rekan guru untuk kemudian segera berbenah. Selalu siap menghadapi perubahan demi perubahan yang terjadi dengan keterbukaan. Untuk mengawal anak-anak kita memasuki gerbang hidup yang semakin kompetitif ini. 

Senin, 10 Januari 2022

RAKER



Alhamdulillah, Rapat Kerja PBG Gowa berjalan sukses. Dilaksanakan selama dua hari,  8-9 Januari 2022 di Kota Bunga, Malino. Diawali dengan sambutan oleh Bapak Kasi PTK SD disdik Gowa Bapak H. Syarifuddin, M.Pd sekaligus membuka kegiatan dengan resmi.


Kegiatan yang terealisasi tahun 2021 masih didominasi oleh pelatihan daring. Kegiatan luring hanya terlaksana sebanyak 6 (enam) event. 2 kali lokakarya Guru Inti angkatan 2 dan 4 event yang lain berupa pelatihan untuk guru;  TK/PAUD, SD, BK dan Bahasa Inggris. Keempat event ini difasilitasi oleh guru inti angkatan 2. Alhamdulillah terima kasih untuk teman-teman GI angkatan 2 meski baru bergabung tetapi sudah berkontribusi dalam event PBG. Sangat membahagiakan. 


Kegiatan daring dilaksanakan sebanyak 30 kali. Paling banyak melalui program Guru Belajar Online (GBO), yakni 27 kali. GBO adalah diskusi online yang dilaksanakan sekali sepekan melalui aplikasi telegram. Saat ini grup telegram yang dibina oleh PBG Gowa ini sudah memiliki anggota sebanyak 642 orang dari berbagai daerah di tanah air.


Narasumbernya berasal dari guru inti PBG dan praktisi pendidikan di luar PBG. Saya berterima kasih kepada semua narasumber yang telah berbagi ilmu di GBO. Semoga ilmu yang dibagikan menjadi amal jariyah. Terima kasih juga untuk semua peserta setia GBO. Kehadiran sahabat-sahabat semua menjadi spirit tersendiri bagi kami pengelola PBG untuk terus berkarya menghadirkan sajian-sajian keilmuan untuk dinikmati bersama. Insya Allah akan memperkaya pengetahuan dan menambah kebijaksanaan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.


Di luar GBO, tahun 2021 PBG Gowa juga telah menghelat 3 kali webinar. Masing-masing bertema: Pembelajaran matematika yang menyenangkan dan bermakna oleh Bapak Haeruddin, Komunikasi Positif dalam pembelajaran Anak Usia Dini oleh Ibu Miftahul Jannah. 


Webinar ke 3 mengambil tema "Bergerak Bersama Guru Penggerak." Webinar ini dimaksudkan untuk sosialisasi Program Pendidikan Guru Penggerak kepada guru-guru di Kabupaten Gowa dan sekitarnya. Sehubungan dengan telah dibukanya pendaftaran Guru Penggerak angkatan lima. Melalui webinar ini PBG Gowa mengajak guru-guru memanfaatkan kesempatan dengan mendaftar sebagai guru penggerak. Webinar dibuka oleh Plt. Ka Disdik Gowa, Ibu Hj. Rike Susanti. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih atas upaya yang telah dilakukan PBG Gowa mensosialisasikan program andalan Kemendikbudristek ini.


Sebagai pemateri, hadir Bapak Suparmin, salah seorang Pengajar Pratik Guru Penggerak Kabupaten Gowa. Serta dua orang CGP (Calon Guru Penggerak) yang juga Guru Inti PBG Gowa, Ibu Zukhraeni dan Ibu Salma. 


Bisa Bekerja sama dan bersinergi dengan lembaga lain adalah bagian dari obsesi PBG Gowa. Tahun 2021 PBG Gowa berkolaborasi dengan lembaga lain dalam melakukan kegiatan. Sebanyak 8 (delapan) kali guru inti PBG Gowa menghadiri undangan sebagai narasumber di luar PBG. Dan juga bersama-sama dalam mengelola kegiatan. Untuk itu PBG Gowa sangat berterima kasih atas kepercayaan dari lembaga-lembaga tersebut. 


Semoga kerja sama terus terjalin. Kerja sama yang erat dan hubungan yang harmonis antar lembaga menjadi syarat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional. Bidang Pendidikan tidak bisa dipikul sendiri-sendiri. Harus bekerja sama, bahu membahu. Banyaknya lembaga pendidikan yang terbentuk harus dimaknai sebagai kekuatan yang membawa kepada kemajuan. Bukan menjadi sebab dari lahirnya  persaingan tidak sehat yang kian meruncing.


Tahun 2021 4 (empat) orang guru inti PBG Gowa lulus tahap 1 guru penggerak angkatan 5. Semoga dimudahkan pada seleksi tahap berikutnya. Saat ini di PBG Gowa terdapat 10 orang CGP yang sudah selesai mengikuti pendidikan guru penggerak pada angkatan 2. Ditambah 5 (orang) pengajar praktik. Keikutsertaan guru inti PBG Gowa dalam pendidikan guru penggerak ini adalah wujud nyata dukungan terhadap setiap kebijakan Kemendikbudristek dalam menciptakan transformasi pendidikan di Indonesia.


Selain mengevalusi kembali program kerja tahun sebelumnya. Pada Raker ini juga disusun program kerja untuk tahun 2022. Di antaranya adalah pelatihan IT untuk semua guru di Kabupaten Gowa, bekerjasama dengan Korwil, KKKS dan MKKS. Mohon doanya semoga program yang telah  disusun bisa terealisasi dengan baik.


Raker ditutup dengan family gathering. Bertempat di kawasan wisata Hutan Pinus Malino. Diisi dengan game-game menarik. Senang sekali guru-guru inti dan keluarganya membaur dalam game. Meriah dan menghibur. Setelah bergelut dengan rutinitas yang melelahkan, family gathering ini seolah oase yang menyejukkan hati. Terima kasih kepada tim kreatif atas kerja kreatifnya. 


Semoga kegiatan ini semakin memperat semangat kekeluargaan. Kekeluargaan adalah ruh yang mendasari interaksi di antara guru inti. PBG adalah rumah besar tempat bernaung. Tempat berkarya, melahirkan ide-ide besar untuk kemajuan pendidikan khususnya di tanah leluhur ini, Butta Gowa. 


Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut menghiasi perjalanan PBG Gowa. Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Gowa atas segala fasilitas yang diberikan. Terima kasih kepada Dinas pendidikan Kabupaten Gowa atas semua kepercayaan yang telah diberikan. Terima kasih kepada semua lembaga (stakeholder) serta rekan-rekan pendidik atas segala dukungannya.


Insyaallah segala usaha baik kita akan mendapat limpahan rahmat dari Allah Swt.