Ketertinggalan adalah musuh bersama. Harus dihadapi dengan kebersamaan pula. Saling tuding, saling menyalahkan hanya akan melemahkan. Dan itu berarti memberi peluang kepada musuh untuk bergerak dan menguasai. Mari berjiwa besar untuk kepentingan yang lebih besar.
Senin, 31 Januari 2022
KOLABORASI
Senin, 17 Januari 2022
DUNIA YANG BERLARI
Kolaborasi lengkap; PBG Gowa, Korwil bid. pendidikan, KKKS, PGRI, dan KKG se Kecamatan Parangloe. Selama dua hari 15 dan 16 Januari 2022 peserta yang terdiri atas pengawas, kepala sekolah, dan guru TK-SD mengikuti workshop penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Workshop yang di tempatkan di Ruang PKG kecamatan Parangloe ini bertema “Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan dengan Perangkat Digital.”
Kamis, 13 Januari 2022
BUKAN RPP BARU
Kamis, 13 Januari 2022, PBG Gowa melaksanakan workshop Perencanaan Pembelajaran, dengan tema "Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Perencanaan Pembelajaran." Workshop ini bersifat internal untuk guru inti PBG Gowa. Tujuannya adalah meng-upgrade kompetensi para guru inti untuk memberikan layanan yang terbaik kepada rekan-rekan guru khususnya di Kabupaten Gowa.
PBG Gowa sangat berterima atas kehadiran Koordinator pengawas sekolah dinas pendidikan Kabupaten Gowa, Drs.H. Syahruddin, M.Si., sekaligus sebagai pemateri pada workshop ini. Ucapan terima kasih juga kepada Kepala SMPN 1 Pallangga Ibu Hj. Hasniah, S.Pd.,M.Pd., yang memfasilitasi tempat pelaksanaan. Alhamdulillah, secara pribadi saya sangat berbahagia, atas kehadiran teman-teman guru inti dan keaktifan mereka mengikuti workshop. Terkhusus teman-teman dari dataran tinggi. Perjuangannya untuk hadir sangat perlu diteladani.
Mengapa harus literasi dan numerasi? Ini adalah jawaban atas kegelisahan yang sudah cukup lama. Survei PISA memperlihatkan hasil yang sangat memprihatikan, siswa kita masih memiliki kompetensi rendah di bidang ini. Membaca, matematika dan juga sains. Survei terakhir tahun 2020, 70% siswa berada di bawah kompetensi minimum pada bidang membaca, 71% bidang matematika, dan 60% bidang sains.
Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan tentang standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar fokus pada tiga hal yakni; penanaman karakter, kompetensi literasi dan numerasi (pasal 6 ayat 1).
Tuntutan kecakapan di abad XXI juga meniscayakan kemampuan literasi. Hanya orang-orang literatlah yang akan memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk memecahkan masalah, memiliki kecakapan berkomunikasi, kreatif dan inovatif, serta mampu berkolaborasi dalam menghadapi persaingan global.
Dengan demikian satuan pendidikan dan khususnya guru memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan kompetensi tersebut. Dan ini harus dimulai di ruang-ruang kelas. Guru harus menghadirkan pembelajaran yang melejitkan kompetensi literasi itu. Demikian pula dengan penilaian.
Untuk memenuhi harapan tersebut, tidak bisa tidak. Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang juga literat, melaksanakan pembelajaran dengan nuansa literasi, pun dengan penilaiannya.
Apakah ada RPP baru? tidak ada. Model RPP tetap sama seperti SE kemendikbud nomor 14 tahun 2019. Hanya saja muatan literasi dan numerasi lebih dipertajam. Ini perlu juga diperjelas untuk mengurangi kegelisahan di antara teman-teman guru, yang terlanjur memahami munculnya (LAGI) RPP model baru sehubungan dengan penguatan literasi-numerasi dalam pembelajaran.
Semoga workhsop ini menjadi ruang pencerah bagi rekan-rekan guru untuk kemudian segera berbenah. Selalu siap menghadapi perubahan demi perubahan yang terjadi dengan keterbukaan. Untuk mengawal anak-anak kita memasuki gerbang hidup yang semakin kompetitif ini.
Senin, 10 Januari 2022
RAKER
Alhamdulillah, Rapat Kerja PBG Gowa berjalan sukses. Dilaksanakan selama dua hari, 8-9 Januari 2022 di Kota Bunga, Malino. Diawali dengan sambutan oleh Bapak Kasi PTK SD disdik Gowa Bapak H. Syarifuddin, M.Pd sekaligus membuka kegiatan dengan resmi.
Kegiatan yang terealisasi tahun 2021 masih didominasi oleh pelatihan daring. Kegiatan luring hanya terlaksana sebanyak 6 (enam) event. 2 kali lokakarya Guru Inti angkatan 2 dan 4 event yang lain berupa pelatihan untuk guru; TK/PAUD, SD, BK dan Bahasa Inggris. Keempat event ini difasilitasi oleh guru inti angkatan 2. Alhamdulillah terima kasih untuk teman-teman GI angkatan 2 meski baru bergabung tetapi sudah berkontribusi dalam event PBG. Sangat membahagiakan.
Kegiatan daring dilaksanakan sebanyak 30 kali. Paling banyak melalui program Guru Belajar Online (GBO), yakni 27 kali. GBO adalah diskusi online yang dilaksanakan sekali sepekan melalui aplikasi telegram. Saat ini grup telegram yang dibina oleh PBG Gowa ini sudah memiliki anggota sebanyak 642 orang dari berbagai daerah di tanah air.
Narasumbernya berasal dari guru inti PBG dan praktisi pendidikan di luar PBG. Saya berterima kasih kepada semua narasumber yang telah berbagi ilmu di GBO. Semoga ilmu yang dibagikan menjadi amal jariyah. Terima kasih juga untuk semua peserta setia GBO. Kehadiran sahabat-sahabat semua menjadi spirit tersendiri bagi kami pengelola PBG untuk terus berkarya menghadirkan sajian-sajian keilmuan untuk dinikmati bersama. Insya Allah akan memperkaya pengetahuan dan menambah kebijaksanaan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Di luar GBO, tahun 2021 PBG Gowa juga telah menghelat 3 kali webinar. Masing-masing bertema: Pembelajaran matematika yang menyenangkan dan bermakna oleh Bapak Haeruddin, Komunikasi Positif dalam pembelajaran Anak Usia Dini oleh Ibu Miftahul Jannah.
Webinar ke 3 mengambil tema "Bergerak Bersama Guru Penggerak." Webinar ini dimaksudkan untuk sosialisasi Program Pendidikan Guru Penggerak kepada guru-guru di Kabupaten Gowa dan sekitarnya. Sehubungan dengan telah dibukanya pendaftaran Guru Penggerak angkatan lima. Melalui webinar ini PBG Gowa mengajak guru-guru memanfaatkan kesempatan dengan mendaftar sebagai guru penggerak. Webinar dibuka oleh Plt. Ka Disdik Gowa, Ibu Hj. Rike Susanti. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih atas upaya yang telah dilakukan PBG Gowa mensosialisasikan program andalan Kemendikbudristek ini.
Sebagai pemateri, hadir Bapak Suparmin, salah seorang Pengajar Pratik Guru Penggerak Kabupaten Gowa. Serta dua orang CGP (Calon Guru Penggerak) yang juga Guru Inti PBG Gowa, Ibu Zukhraeni dan Ibu Salma.
Bisa Bekerja sama dan bersinergi dengan lembaga lain adalah bagian dari obsesi PBG Gowa. Tahun 2021 PBG Gowa berkolaborasi dengan lembaga lain dalam melakukan kegiatan. Sebanyak 8 (delapan) kali guru inti PBG Gowa menghadiri undangan sebagai narasumber di luar PBG. Dan juga bersama-sama dalam mengelola kegiatan. Untuk itu PBG Gowa sangat berterima kasih atas kepercayaan dari lembaga-lembaga tersebut.
Semoga kerja sama terus terjalin. Kerja sama yang erat dan hubungan yang harmonis antar lembaga menjadi syarat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional. Bidang Pendidikan tidak bisa dipikul sendiri-sendiri. Harus bekerja sama, bahu membahu. Banyaknya lembaga pendidikan yang terbentuk harus dimaknai sebagai kekuatan yang membawa kepada kemajuan. Bukan menjadi sebab dari lahirnya persaingan tidak sehat yang kian meruncing.
Tahun 2021 4 (empat) orang guru inti PBG Gowa lulus tahap 1 guru penggerak angkatan 5. Semoga dimudahkan pada seleksi tahap berikutnya. Saat ini di PBG Gowa terdapat 10 orang CGP yang sudah selesai mengikuti pendidikan guru penggerak pada angkatan 2. Ditambah 5 (orang) pengajar praktik. Keikutsertaan guru inti PBG Gowa dalam pendidikan guru penggerak ini adalah wujud nyata dukungan terhadap setiap kebijakan Kemendikbudristek dalam menciptakan transformasi pendidikan di Indonesia.
Selain mengevalusi kembali program kerja tahun sebelumnya. Pada Raker ini juga disusun program kerja untuk tahun 2022. Di antaranya adalah pelatihan IT untuk semua guru di Kabupaten Gowa, bekerjasama dengan Korwil, KKKS dan MKKS. Mohon doanya semoga program yang telah disusun bisa terealisasi dengan baik.
Raker ditutup dengan family gathering. Bertempat di kawasan wisata Hutan Pinus Malino. Diisi dengan game-game menarik. Senang sekali guru-guru inti dan keluarganya membaur dalam game. Meriah dan menghibur. Setelah bergelut dengan rutinitas yang melelahkan, family gathering ini seolah oase yang menyejukkan hati. Terima kasih kepada tim kreatif atas kerja kreatifnya.
Semoga kegiatan ini semakin memperat semangat kekeluargaan. Kekeluargaan adalah ruh yang mendasari interaksi di antara guru inti. PBG adalah rumah besar tempat bernaung. Tempat berkarya, melahirkan ide-ide besar untuk kemajuan pendidikan khususnya di tanah leluhur ini, Butta Gowa.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut menghiasi perjalanan PBG Gowa. Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Gowa atas segala fasilitas yang diberikan. Terima kasih kepada Dinas pendidikan Kabupaten Gowa atas semua kepercayaan yang telah diberikan. Terima kasih kepada semua lembaga (stakeholder) serta rekan-rekan pendidik atas segala dukungannya.
Insyaallah segala usaha baik kita akan mendapat limpahan rahmat dari Allah Swt.
