Channel YouTube

Kamis, 13 Februari 2020

Bercermin


Apakah Anda sering dipusingkan dengan tingkah siswa? Sering bolos, ribut di kelas, susah diatur, dan berbagai tingkah tak menyenangkan lainnya? Jika ya, tenang saja, jangan panik. Sebab Anda tidak sendirian. Begitu banyak guru yang mengalaminya. Baiklah mari kita berpikir yang jernih untuk mengurai soal ini. Kita mulai dari fakta bahwa seringkali guru bersikap tidak adil terhadap siswa. Memvonis seenaknya tanpa mau melihat secara utuh kejadian-kejadian yang berlangsung di kelas.

Padahal, perilaku siswa yang menyimpang, bisa jadi bersumber dari guru. Metode Pembelajaran yang tidak menarik, minim kreatifitas, membosankan dan tidak menantang. Guru yang mengajar sekedar gugur kewajiban tanpa peduli dengan sikap belajar siswanya. Apa kebutuhan mereka dan bagaimana memperlakukan mereka sesuai dengan karakter dan dunianya. Pembelajaran macam ini jauh dari kata menyenangkan, justru yang terjadi adalah penyiksaan. Saat-saat pembelajaran berlangsung siswa merasa sedang berada dalam ruang-ruang penjara yang menyeramkan. Atau sedang duduk di ruang tunggu yang menyiksa.Tanyakan pada siswa yang berkeliaran di luar ketika pembelajaran berlangsung, jika dia jujur maka jawaban-jawaban yang mengejutkan akan kita dengar.

Tetapi anehnya, kadang guru tidak menyadari masalah ini atau malah tidak peduli. Problem-problem yang dikemukakan di atas hanya jadi bahan keluhan setiap hari. Diperdebatkan dan memvonis. Siswa menjadi tertuduh dan akhirnya dipersalahkan. Sekali-sekali mari menunjuk ke dalam diri kita. Introspeksi, di mana letak masalah yang perlu dibenahi. Kita sudah berada di abad 21, era yang penuh dengan tantangan. Perubahan demi perubahan berlangsung dengan begitu cepat bahkan dalam hitungan detik. Guru bersaing dengan kecanggihan teknologi yang sangat menggiurkan bagi siapa saja termasuk siswa. Maka tidak boleh tidak, guru harus berpacu dengan waktu menyesuaikan diri dengan denyut perubahan yang terjadi. Cara-cara pembelajaran konvensional dengan hanya mengandalkan pembelajaran monolog dan dengan media yang seadanya sudah harus ditinggalkan. Kalau tidak, guru yang akan ditinggalkan oleh siswanya.

Empat ciri pembelajaran abad 21 harus benar-benar mewujud di kelas. Critical thinking (berpikir kritik), communication (komunikasi), collaboration (kerja sama), dan creativity (daya cipta) mestinya mewarnai aktifitas siswa dalam belajar.  Ciptakan kelas yang menyenangkan dengan model pembelajaran yang variatif dan inspiratif serta media pembelajaran yang sesuai. Bagaimana mewujudkannya? Seperti yang dijelas sebelumnya, guru harus berpacu dengan waktu, menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Setiap saat meng-upgrade kemampuan dan keterampilan mengajarnya. Penguasaan teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi agenda utama sebagai pintu masuk menuju akses ilmu pengetahuan yang lebih luas. Termasuk menggunakan fasilitas pembelajaran yang lebih variatif.

Semoga dengan demikian, tingkat kejenuhan siswa akan berkurang. Berganti dengan kegembiraan dan semangat dalam mengikuti pembelajaran. Tulisan ini adalah otokritik untuk diri sendiri sebagai bahan instrospeksi.

0 komentar:

Posting Komentar