Senang sekali. Berbicara dengan seorang teman meski lewat telepon. Dia awali pembicaraanya dengan permintaan maaf bahwa akhir-akhir
ini kurang aktif di PBG. Saya makhlum kesibukannya dalam urusan keluarga dan
juga di instansi induknya tentu menyita waktu dan tenaga. Terlebih hal itu
adalah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan.
Tentu saja saya bahagia. Di PBG saya dipertemukan dengan
orang-orang yang memiliki tanggung jawab dan komitmen. Peduli dan rela
berkorban untuk perkembangan lembaga ini. Teman yang baru-baru menelpon adalah
contohnya. Ada rasa tidak enak, rasa bersalah ketika terlewat dalam mengikuti
kegiatan. Saya tersentuh.
Padahal, rasa bersalah dan permintaan maaf sebenarnya
tidak perlu. Setelah event besar PBG di akhir tahun saya sengaja memberi
kesempatan kepada teman-teman untuk menikmati masa liburan. Menggunakan
waktu-waktu terbaiknya bersama keluarga. Jadi untuk membuat perencanaan
kegiatan belum dilakukan secara teratur. Jika teman-teman kurang aktif, bisa
dimaklumi.
Kecuali ada beberapa kegiatan yang sifatnya insedential
dan dianggap mendesak, sayang untuk disia-siakan. Sebagai contoh. MGMP IPS
meminta untuk bekerjasama melakukan workshop penyusunan RPP terbaru. RPP yang sesuai
dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 tahun 2019. Surat Edaran ini mengatur tentang penyederhanaan RPP. RPP menjadi lebih simpel, bahkan bisa hanya 1 lembar. Pantas kalau disebut RPP Merdeka. Tawaran ini
saya sanggupi dengan menugaskan guru inti IPS sebagai fasilitator. Alhamdulillah,
terlaksana tanggal 29 Desember 2019. Sekaligus sebagai Workshop
pertama yang dilaksakan di Gedung PBG Gowa.
Dari pelaksanaan workshop RPP Merdeka, saya berpikir
akan lebih baik jika teman-teman diundang untuk mendiskusikan model RPP baru
ini, untuk sharing pendapat. Hal ini penting, mengingat sejak edaran itu
keluar, sudah banyak format dengan aneka model yang beredar di media sosial.
Para penjual RPP juga sudah mondar-mandir memperkenalkan modelnya dengan
tawaran-tawaran menarik.
Tampaknya, teman-teman guru sudah mulai kebingungan
melihat banyaknya model RPP yang beredar. Surat edaran itu sendiri menegaskan
bahwa tidak ada format baku terkait dengan RPP itu. Malah memberikan kebebasan
kepada komunitas-komunitas guru (MGMP/KKG), sekolah serta individu guru untuk
mengembangkan ataupun memodifikasi RPP menurut versinya. Dengan tetap
berpedoman pada prinsip; efisien, efektif, dan berorientasi kepada murid.
Tetapi Kehadiran model-model itu, justru membuat
bingung. Ketika diskusi online PBG Gowa pada Program “Guru Belajar Online” 10
Januari lalu yang membahas tentang penyusunan RPP, menguatkan dugaan saya. Bahkan
ada yang menganggapnya RPP tidak lengkap dan tidak sesuai dengan permedikbud
Nomor 22 tahun 2016, sebagai dasar hukum penyusunan perencanaan pembelajaran selama ini.
Demikianlah, maka diadakanlah pertemuan terkait RPP
merdeka. Juga menjajaki kemungkinan diadakannya workshop. Dalam perkembangan
selanjutnya, beberapa sekolah di bawah arahan pengawas binannya melakukan
sosialisasi. Maka saya beranggapan bahwa workshop tidak efektif lagi. Kecuali
jika ada permintaan dari KKG atau MGMP maka PBG siap memberikan pelayanan. Itulah
yang dilakukan oleh KKG Gugus I dan V Kecamatan Bajeng. Dua Gugus ini meminta saya
memberikan materi tentang RPP merdeka pada workshop mereka tanggal 16 dan 17
Januari 2020. Alhamdulillah, saya bisa penuhi permintaan itu. Ke depan teman-teman Guru Inti
harus mempersiapkan diri untuk sewaktu-waktu mendapat undangan serupa.
Saat ini sarana dan prasarana di gedung PBG sedang di
benahi. Pengadaan toilet sudah rampung, lanjut ke pengeboran sumur (saat tulisan
ini saya ketik, pengeboran sedang berlangsung). Jika tidak ada halangan 2 hari
ke depan toilet dan sumurnya sudah bisa difungsikan.
Ini alasan lain kenapa saya wajib bahagia, bangga, dan
tentu saja sangat bersyukur. Betapa tidak, pengadaan sarana yang sangat penting
ini dilakukan secara gotong royong. Bukankah ini bukti bahwa PBG telah
bersemayam di hati. Bukan hanya guru inti dan pengelola, para dermawan di luar
PBG pun tergerak untuk memberikan sokongan. Terima kasih saya ucapkan meski
saya tahu ucapan terima kasih ini tidak sebanding dengan besarnya pengorbanan
teman-teman semua. Insya Allah imbalan sepantasnya akan diberikan oleh Allah
SWT dengan kebaikan yang banyak.
Tanggapan positif dari peserta workshop maupun stakeholder turut memberikan tambahan kebahagiaan. Maka, teman-teman berbahagialah.
Kita ada di jalan yang benar. Teruslah berkhikmat di jalan ini. Rawat dengan baik PBG kita. Hidupkan kegiatannya. Kelak di
kemudian hari kerja-kerja kita akan menyinari butta bersejarah ini. Cepat atau
lambat, ini hanya persoalan waktu. Tetaplah dalam kesabaran, bersabar mengikuti
proses yang sedang berjalan. Sukses sejatinya tidak datang secara instan tetapi
melalui perjuangan panjang dan melelahkan.
Insya Allah PBG akan menjadi kendaraan yang layak menuju
sukses bersama…
Saat menyendiri di
Gedung PBG Gowa
Pallangga, 25
Januari 2020

0 komentar:
Posting Komentar