Channel YouTube

Rabu, 29 Januari 2020

Merawat PBG Kita


Senang sekali. Berbicara dengan seorang teman meski lewat telepon. Dia awali pembicaraanya dengan permintaan maaf bahwa akhir-akhir ini kurang aktif di PBG. Saya makhlum kesibukannya dalam urusan keluarga dan juga di instansi induknya tentu menyita waktu dan tenaga. Terlebih hal itu adalah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan.

Tentu saja saya bahagia. Di PBG saya dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki tanggung jawab dan komitmen. Peduli dan rela berkorban untuk perkembangan lembaga ini. Teman yang baru-baru menelpon adalah contohnya. Ada rasa tidak enak, rasa bersalah ketika terlewat dalam mengikuti kegiatan. Saya tersentuh.

Padahal, rasa bersalah dan permintaan maaf sebenarnya tidak perlu. Setelah event besar PBG di akhir tahun saya sengaja memberi kesempatan kepada teman-teman untuk menikmati masa liburan. Menggunakan waktu-waktu terbaiknya bersama keluarga. Jadi untuk membuat perencanaan kegiatan belum dilakukan secara teratur. Jika teman-teman kurang aktif, bisa dimaklumi.

Kecuali ada beberapa kegiatan yang sifatnya insedential dan dianggap mendesak, sayang untuk disia-siakan. Sebagai contoh. MGMP IPS meminta untuk bekerjasama melakukan workshop penyusunan RPP terbaru. RPP yang sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 tahun 2019. Surat Edaran ini mengatur tentang penyederhanaan RPP. RPP menjadi lebih simpel, bahkan bisa hanya 1 lembar.  Pantas kalau disebut RPP Merdeka. Tawaran ini saya sanggupi dengan menugaskan guru inti IPS sebagai fasilitator. Alhamdulillah, terlaksana tanggal 29 Desember 2019. Sekaligus sebagai Workshop pertama yang dilaksakan di Gedung PBG Gowa.

Dari pelaksanaan workshop RPP Merdeka, saya berpikir akan lebih baik jika teman-teman diundang untuk mendiskusikan model RPP baru ini, untuk sharing pendapat. Hal ini penting, mengingat sejak edaran itu keluar, sudah banyak format dengan aneka model yang beredar di media sosial. Para penjual RPP juga sudah mondar-mandir memperkenalkan modelnya dengan tawaran-tawaran menarik.

Tampaknya, teman-teman guru sudah mulai kebingungan melihat banyaknya model RPP yang beredar. Surat edaran itu sendiri menegaskan bahwa tidak ada format baku terkait dengan RPP itu. Malah memberikan kebebasan kepada komunitas-komunitas guru (MGMP/KKG), sekolah serta individu guru untuk mengembangkan ataupun memodifikasi RPP menurut versinya. Dengan tetap berpedoman pada prinsip; efisien, efektif, dan berorientasi kepada murid.

Tetapi Kehadiran model-model itu, justru membuat bingung. Ketika diskusi online PBG Gowa pada Program “Guru Belajar Online” 10 Januari lalu yang membahas tentang penyusunan RPP, menguatkan dugaan saya. Bahkan ada yang menganggapnya RPP tidak lengkap dan tidak sesuai dengan permedikbud Nomor 22 tahun 2016, sebagai dasar hukum penyusunan perencanaan pembelajaran selama ini.

Demikianlah, maka diadakanlah pertemuan terkait RPP merdeka. Juga menjajaki kemungkinan diadakannya workshop. Dalam perkembangan selanjutnya, beberapa sekolah di bawah arahan pengawas binannya melakukan sosialisasi. Maka saya beranggapan bahwa workshop tidak efektif lagi. Kecuali jika ada permintaan dari KKG atau MGMP maka PBG siap memberikan pelayanan. Itulah yang dilakukan oleh KKG Gugus I dan V Kecamatan Bajeng. Dua Gugus ini meminta saya memberikan materi tentang RPP merdeka pada workshop mereka tanggal 16 dan 17 Januari 2020. Alhamdulillah, saya bisa penuhi permintaan itu. Ke depan teman-teman Guru Inti harus mempersiapkan diri untuk sewaktu-waktu mendapat undangan serupa.

Saat ini sarana dan prasarana di gedung PBG sedang di benahi. Pengadaan toilet sudah rampung, lanjut ke pengeboran sumur (saat tulisan ini saya ketik, pengeboran sedang berlangsung). Jika tidak ada halangan 2 hari ke depan toilet dan sumurnya sudah bisa difungsikan.

Ini alasan lain kenapa saya wajib bahagia, bangga, dan tentu saja sangat bersyukur. Betapa tidak, pengadaan sarana yang sangat penting ini dilakukan secara gotong royong. Bukankah ini bukti bahwa PBG telah bersemayam di hati. Bukan hanya guru inti dan pengelola, para dermawan di luar PBG pun tergerak untuk memberikan sokongan. Terima kasih saya ucapkan meski saya tahu ucapan terima kasih ini tidak sebanding dengan besarnya pengorbanan teman-teman semua. Insya Allah imbalan sepantasnya akan diberikan oleh Allah SWT dengan kebaikan yang banyak.

Tanggapan positif dari peserta workshop maupun stakeholder turut memberikan tambahan kebahagiaan. Maka, teman-teman berbahagialah. Kita ada di jalan yang benar. Teruslah berkhikmat di jalan ini. Rawat dengan baik PBG kita. Hidupkan kegiatannya. Kelak di kemudian hari kerja-kerja kita akan menyinari butta bersejarah ini. Cepat atau lambat, ini hanya persoalan waktu. Tetaplah dalam kesabaran, bersabar mengikuti proses yang sedang berjalan. Sukses sejatinya tidak datang secara instan tetapi melalui perjuangan panjang dan melelahkan.

Insya Allah PBG akan menjadi kendaraan yang layak menuju sukses bersama…

Saat menyendiri di Gedung PBG Gowa
Pallangga, 25 Januari 2020

0 komentar:

Posting Komentar