Channel YouTube

Selasa, 30 November 2021

NGOTOT



Ini ngotot yang benar. Tak sekadar berjalan bahkan dia berlari untuk meraih mimpinya. Terus bergerak dari satu tugas ke tugas yang lain. Dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan yang lain. Dia paham betul makna ayat "Maka apabila engkau telah selesai (dri suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)" QS 94 : 7.

Umurnya masih terhitung mudah, setidaknya lebih mudah dari saya. Tetapi pengalamannya jauh melampaui usianya. Etos kerjanya luar biasa. Maqamnya sampai pada level "ngotot". Sedikit lagi mencapai level "gila". Gila kerja! Gila belajar! Saya tidak sedang berbasa-basi. Periksa saja riwayat karirnya.
Dia adik kelas saya di SMA. Kuliah di Perguruan Tinggi yang sama, satu fakultas. Sama-sama merintis berdirinya HIPMA Gowa Komisariat IKIP Ujungpandang. Dia kemudian menjadi sekretaris dan saya di Dewan Pembina. Tapi sangat jarang bertegur sapa, atau mungkin sama sekali tidak pernah. Aneh!
Menjadi guru juga pada rumpun mata pelajaran yang sama. Bernaung pada organisasi yang sama, MGMP IPS. Kali ini kami sering bersama, menjadi teman diskusi, sering bekerja bareng pada tugas-tugas di Dinas Pendidikan.
Saat Mahasiswa pernah mewakili IKIP Ujungpandang sebagai Mahasiswa berprestasi tingkat Nasional. Sebagai guru juga menjadi guru berprestasi tingkat nasional. Mengharumkan nama daerahnya, Kabupaten Gowa. Sejak itu menjadi langganan lomba dan event-event pendidikan di berbagai tingkatan. Instruktur di berbagai hal. Banyak, saya tidak menghapalnya.
Sebagai pengawas, dia sangat profesional. All out dalam bekerja. Pernah jadi pengawas bina di sekolah saya. Lama, sekitar enam tahun. Suatu ketika, jam 2 malam, lewat pesan di Whatshapp dia minta dikirimi data-data sekolah. Saya malah memintanya tidur saja dulu. Dia malah ketawa. Rupanya dia baru bangun. Di saat saya bersiap tidur, dia justru baru bangun. Baru mulai bekerja. Pola kerja yang sehat. Saya mengaku kalah.
Sebagai pengawas dia membawa nuansa baru. Hubungan yang memanusiakan. Memberi bimbingan tanpa menggurui. Memberi solusi tanpa mengintervensi. Antara dia dengan guru dan kepala sekolah nyaris tanpa jarak. Batasannya hanya karena tupoksi masing-masing yang berbeda. Di luar itu, dia memperlakukan rekan kerja dalam kedudukan yang sama. Sebagai teman. Pengawas tetapi juga sahabat.
Hari ini dia berdiri di ruang sidang yang mulia. Di hadapan para guru besar, disaksikan keluarga, sahabat dan rekan kerja. Sidang Promosi doktor. Dia telah mencapai strata tertinggi akademiknya. Capaian yang sangat prestisius. Pantas membuat kita iri.
Semoga semangatnya menjalari kita semua. Untuk tidak pernah berhenti berkarya. Memotivasi anak-anak muda untuk mewarisi semangat pantang menyerah, memiliki etos ngotot untuk terus berlari mengejar mimpi.

SELAMAT SAUDARIKU
Dr Astuti Nurdin Yudhar S.Pd.,M.Pd.,MM
Rahmat Allah selalu bersamamu, insyaallah sukses menyertai

Tassese, 30 November 2021

0 komentar:

Posting Komentar