"Dunia itu hanya tiga hari; hari kemarin, sudah pergi dengan segala isinya (tanpa bisa diulang kembali), hari esok yang mungkin saja engkau tidak bisa menjumpainya (lantaran ajal menjemputmu), dan hari ini, itulah yang menjadi milikmu, maka isilah dengan amalan,: --Hasan Al Bashri--
***
Kita sering sibuk dengan hari esok. Merancang mimpi, menyusun rencana, menulis target di buku agenda. Tapi, sadarkah kita bahwa hari esok belum tentu jadi milik kita?
Kita sering sibuk dengan hari esok. Merancang mimpi, menyusun rencana, menulis target di buku agenda. Tapi, sadarkah kita bahwa hari esok belum tentu jadi milik kita?
Hasan Al-Bashri, seorang ulama besar, pernah berkata bahwa dunia ini cuma punya tiga hari: kemarin, esok, dan hari ini. Tapi hanya satu yang benar-benar milikmu—hari ini.
Kemarin sudah berlalu. Entah itu penuh tawa atau air mata, semuanya telah jadi sejarah. Kita tak bisa mengulangnya. Kita tak bisa memperbaikinya. Yang bisa kita lakukan adalah belajar darinya. Hari kemarin adalah guru yang jujur, tapi bukan tempat tinggal. Jangan terus menetap di sana. Maafkan yang menyakitimu. Maafkan juga dirimu sendiri.
Hari esok? Belum tentu ditemui. Bisa jadi esok tak pernah datang. Bukan pesimis, tapi realistis. Hidup bukan seperti drama dengan ending yang selalu bisa ditebak. Banyak orang yang terlalu sibuk menabung cita-cita untuk masa depan, sampai lupa hidup di hari ini.
Dan hari ini—ya, hari ini—adalah satu-satunya hari yang kita punya. Saat membuka mata di pagi hari, itu adalah karunia. Kesempatan. Anugerah. Satu hari lagi untuk berbuat baik. Satu hari lagi untuk memperbaiki kesalahan. Satu hari lagi untuk menebar kasih sayang, untuk bersyukur, untuk mencoba hal-hal yang selama ini cuma jadi angan-angan.
Hari ini adalah ladang. Kalau kita menanam kebaikan, akan memetik hasilnya nanti—kalau tidak di dunia, maka di akhirat. Jangan tunggu waktu “yang tepat” untuk berubah, karena waktu terbaik itu adalah sekarang.
Jangan tunda minta maaf. Jangan tunda belajar. Jangan tunda mencintai. Jangan tunda berbuat baik. Jangan biarkan hari ini berlalu tanpa makna, karena kita tidak tahu apakah besok akan datang lagi.
Hidup itu singkat. Tapi dalam singkatnya, kita bisa memilih untuk hidup dengan penuh kesadaran. Jadi, isi hari ini dengan sesuatu yang akan membuat kita tersenyum saat mengingatnya—atau saat kita menghadap-Nya.

0 komentar:
Posting Komentar