Channel YouTube

Senin, 02 Mei 2022

Ramadankan Hidup Kita





Ramadan itu hanya sebulan tetapi pembuktiannya sepanjang tahun. Indikator keberhasilan Ramadan adalah jika semangat Ramadhan mewujud dalam kehidupan. Larut bersama kesibukan sehari-hari.
Berulang-ulang Ramadhan datang, dan setiap penghujungnya selalu saja kita disadarkan oleh keajaiban-keajaiban tak terduga.
Ternyata kita mampu berpuasa sebulan penuh. Padahal di luar ramadhan begitu sulitnya menaklukkan puasa senin Kamis, atau puasa 3 hari dalam sebulan (ayyamul bidh).
Ternyata masjid-masjid kita bisa ramai, dipadati oleh jamaah. Walaupun euphorianya terus menyusut seiiring menyusutnya bulan purnama menjadi bulan sabit, mengecil dan akhirnya hilang. Tahun depan berharap jumpa kembali dengan hilal Ramadan. Siklusnya terkadang demikian.
Ternyata kita bisa dengan seriusnya membolak-balik lembar Al-Quran membaca dan mentadabburinya. Mengkhatamkan hingga berkali-kali. Di luar Ramadan, terkalahkan oleh kesibukan demi kesibukan yang seolah tak berujung.
Ternyata dengan mudahnya kita bisa bangun tengah malam, shalat lail, berdzikir mengakrabkan diri dengan Allah. Di luar Ramadhan, berat rasanya untuk membuka mata mesti sekejap, menjedah lelapnya tidur.
Ternyata kita bisa sedermawan ini. Menebar kebaikan kepada sesama meski hanya sekotak nasi atau segelas air minum untuk berbuka. Kepedulian kepada sesama melalui sedekah dan zakat begitu massivenya. Senang berbagi kebahagiaan kepada mereka yang kurang beruntung.
Ternyata kita bisa dengan sabarnya menyimak nasihat-nasihat yang disampaikan oleh para penganjur kebaikan. Di mimbar-mimbar masjid, setiap malam. Atau melalui video-video dakwah yang menyebar di media sosial dan chanel-chanel Televisi.
Tidak peduli siapapun. Kita tiba-tiba menjadi sangat saleh, tentu dengan persefsi dan ukuran masing-masing. Kurva kebaikan meninggi, beriring dengan melandainya perbuatan sia-sia yang mungkin saja menjadi rutinitas di luar Ramadan.
Ramadan membangunkan kesadaran, tentang jati diri kita yang sesungguhnya. Bahwa manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan secara khusus dengan paket yang sangat sempurna. Dibekali dengan potensi yang tidak main-main, untuk menjalankan misi yang juga tidak main-main. Sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di muka bumi. Mengelola dan memakmurkan bumi sesuai dengan syariat yang ditetapkan Allah baginya.
Melalui Ramadan Allah ingin menunjukkan prototipe masyarakat ideal yang seharusnya menjadi tujuan bersama. Masyarakat yang menjadikan takwa kepada Allah sebagai landasan dari segala tatanan yang berlaku. Allah menggambarkan masyarakat yang demikian dalam firman-Nya: "Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi."(QS. 7 : 96). Betapa indahnya masyarakat yang bertakwa, hidup dalam keberkahan Allah. Terlindungi dari marabahaya dalam kedamaian yang memesona.
Ramadan adalah momen yang paling tepat mewujudkan masyarakat ideal yang dimaksud. Dengan syarat, meramadankan hidup kita. Ritualnya boleh saja berbatas waktu, satu bulan. Tetapi semangat dan ajaran Ramadan menembus ruang dan waktu. Mengilhami dan memandu para alumninya pada titian ketakwaan.
Ketakwaan yang indikasinya banyak disebutkan dalam A-Qur'an. Dalam surat Ali Imran ayat 134-135 disebutkan, orang-orang bertakwa itu adalah :
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Jadi keberhasilan Ramadan, tidak hanya dilihat dari kesalehan selama menjalankan ritual sebulan penuh. Tetapi seberapa banyak kesalehan itu membumi dan membawa dampak baik bagi pribadi maupun lingkungan sekitar, sebelas bulan berikutnya. Alumni Ramadan adalah manusia-manusia terbaik yang dibuktikan dengan kebermanfaatannya terhadap sesama makhluk.
Bersyukurlah, sekali setahun Allah memperbaharui kesadaran itu. Ini adalah bagian dari rahmat dan hidayah Allah yang teramat berarti. Beruntunglah mereka yang memanfaatkannya dengan baik. Mendulang keberkahan, meraih maghfirah Allah. Pantas kalau kemudian mereka layak disebut sebagai pemenang.
Semoga Allah menerima ibadah kita selama Ramadan dan menjadikan semangat Ramadan menyertai hari-hari kita sepanjang tahun. Mari Ramadankan hidup kita.
Taqabballahu minna wa minkum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Maaf Lahir Batin

0 komentar:

Posting Komentar